Selasa, 22 Mei 2018


Secangkir Bintang

Kepadamu ku sisikan kerinduan
Kepadamu ku tepikan bayangan
Kepadamu ku menunggu
Menyebar dalam deraian tetes rindu
Rindu akan secangkir bintang

(Selasa, 22 Mei 2018)

Selasa, 20 Februari 2018

Tanpa Status

Tanpa Status


·          Setiap pasir di laut

·        Setiap batu di sungai

·        Setiap helai di rambut

·        Ku papah tanpa sisa untukmu

·                  Di setiap tarian debu

·                  Di setiap  arakan awan

·                  Di setiap lamunan pagi

·                  Yang jatuh di segala ruang & waktu

·        Kepadamu ku sisikan

·        Kepadamu ku tepikan

·        Kepadamu ku setubuhkan

·        Menyebar dalam deraian tetes rindu

·                  Apa yang kau tunggu

·                  Apa yang kau mau

·                  Aku menunggumu

·                  Aku hanya mau kau, satu-satunya


Selasa, 20 Februari 2018

Rabu, 06 Desember 2017





 SEMOGA SEMESTA SELALU MENDEKATKAN KITA
 

Dalam derasnya angin, ku telusuri malam
Bersama bayang mu
Bayang mu yang telah pergi
Pergi sejenak saja, meski lama

Bukan kita tak dapat saling mencinta
Hanya belum pada waktunya
Percayalah,
bahwa aku jauh dan dekat itu untuk mu
Aku merindu saat kau menjadi imam ku
Aku merindu sapaan manja mu 
Aku pun merindu pelukan hangat mu
 
Semoga semesta selalu mendekatkan kita
Aku tak mampu melepas mu
Melepas bayang mu dari sudut pandang ku
Suatu kebohongan, bahwa aku melupa mu
Aku sungguh merindu mu
Kamu yang entah di mana dan sedang apa

Semoga rindu kita semata
Semoga semesta selalu mendekatkan kita
Selama perjalanan ini, 
tak pernah ku melupa mu walau sedetik 

Semesta,
Beritahu padanya bahwa aku merindunya
Merindunya di setiap hembus nafas ku
Dekatkan hati kami meski jauh
Jarak bukanlah alasan untuk saling melupa

Semesta,
Jagalah dia
Seperti aku yang berusaha menjaga
Menjaga cinta untuk orang terkasih
Beritahu padanya,
bahwa aku benar merindukannya

Kamu yang di sana
Ingatlah aku yang di sini
Mencoba untuk setia pada mu
Jaga hati mu
Beri aku kabar untuk melepas rindu
Rindu yang benar menyiksa ku
Namun, ku tetap berusaha
Berusaha untuk mengenang pandang mata indah mu
Berusaha untuk meihat mu dari jauh...

(Rabu, 6 Desember 2017)

Rabu, 29 November 2017





Di kala itu, aku tak tau harus bagaimana cara mengungkapkan. Sulit untuk ku jelaskan, mesti mampu aku pahami. Kalian, teman tercinta. Kalian membantu ku merubah pandangan hidup ku. Banyak pengalaman pelajaran mampu ku terima selama waktu itu. Namun, doa ku tak pernah henti. Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan di persimpangan jalan dalam keadaan yang berbeda dari kalian yang dulu. Namun, perubahan itu tidak untuk diingat cukup dikenang dalam setiap langkah kaki kalian.

Semoga kesuksesan selalu ada bersama kalian. Percayalah, meski aku terdiam jauh di sini, aku selalu merindukan saat terindah bersama kalian. Aku merindu saat tertawa bercanda bersama kalian...

Salam rindu untuk kalian,

Tri Rahayu
(Rabu, 29 November 2017)

Selasa, 31 Oktober 2017

Puisi Dolanan

AKU BISA APA
Tri Rahayu
·       Di kala itu
·       Ku telusuri dinginnya malam
·       Saat kau jauh di sana
·       Entah apa yang bermain di kalbu
·       Mungkin Rindu, mungkin Cinta
·       Akankah di jawab, ketika ku bertanya pada rumput?
·       Rumpur yang bergoyang
·       
·       Aku sendiri terpaku
·       Terpaku oleh bayanganmu
         Yang entah kau masih ingat akan daku
     Aku Bisa apa?
·       Hanya mampu menunggu akan hadirmu
·       Di sini aku terluka
·       Terluka oleh tamparan sikap mu
·       Dalam sekejap kau tampar
·       Aku tak mampu berbuat
·       Hanya mampu berdoa dan menunggu
        Sampai kapan aku tak tau
         Mungkin hingga hari tua 
         Hingga akhir menutup mata
·         
·      Aku mengharap datangmu
·      Membawa perban cinta
·      Yang mampu menutupi luka
·      Luka tamparanmu sendiri
        Aku bisa apa? 
        Kecil dan lemah
·      Belum berarti apa-apa
·      Tak sepertimu yang mampu terbang bebas
·      Lambaikan tanganmu
·      Agar aku dapat bebas
    Bebas terbang layaknnya Merpati
 
    Rabu, 1 November 2017 

Minggu, 22 Oktober 2017

Gedong Songo




MATA YANG BASAH

Embun pagi tawarkan sapa
Padamu yang jauh di sana
Membeku hatiku tanpa mu
Membeku tubuh ku karena rindu
Rindu akan dinginnya waktu
Memandang mata yang basah

Dingin tubuh ku
hingga membeku
Namun ku selalu memandang
Memandang mata mu yang basah
Basah di bayangan mataku
Rindu menikmati dinginnya pagi
Bersamamu yang di sana

Matamu yang basah
Terbayang di pelupuk embun pagi
Lapan kau akan akan tiba?
Menghangatkan tubuh ini
Perpisahan kita hanya sementara
Suatu nanti akan bersama
Bersama menikmati dinginnya mata
Mata yang basah

22 Oktober 2017

Selasa, 26 September 2017

Dua Seperempat Windu



DUA SEPEREMPAT WINDU
Oleh Tri Rahayu
·       Genap sudah umurku
·       Dua seperempat windu
·       Aku bukanlah anak-anak
·       Meski sekarang masih seorang anak
·       Hidupku di rantau
·       Di rantau mencari ilmu
·       Tanpa tuntunan orang tua

·       Engkau (Orangtua) yang jauh di sana
·       Ingatkah dengan penggenapan ini?...
·       Penggenapan yang telah kau ukir
·       Tanpa engkau,
·       Apalah arti hidup ini

·       Ya Allah,
·       Di hari penggenapan ini
·       Aku bersujud kepada-Mu
·       Jagalah mereka disaat aku jauh
·       Perbanyaklah rizki kepadanya
·       Karena mereka lah,
·       Aku mampu menggapai puncak
·       Puncak yang benar tinggi
·       Karena mereka lah,
·       Aku berada di sini...

·       

·       Pada sisi lain,
·       Orang yang baru aku kenali
·       Bibirku serasa kelu
·       Hati pun serasa bisu
·       Ragaku menjadi beku
·       Saat kau bisikan “Sugeng Ambal Warsa”
·       Ku tak mampu berkata
·       Ialah, Terimakasih
·       Apa yang kau ucap
·       Sungguh sangat bermakna
·       Tergambar di angan
·       Di hari indah ini...


 26 September 2017 (Postingan Pertama)